Brand Logo
Icon

Search all

Brand Logo
Icon

Search all

Brand Logo
Icon

[Ep. 005]

Podcast Image
Podcast Image
Podcast Image

Agak berat Wukong menang GOTY 2024?

Duration:

1hr 27min

Introduction

Black Myth: Wukong menjadi salah satu fenomena terbesar di industri game sepanjang 2024. Terinspirasi dari legenda klasik Journey to the West, game action RPG garapan Game Science ini langsung mencuri perhatian, terutama di China dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Lebih dari sekadar adaptasi Wukong, Black Myth: Wukong hadir sebagai representasi kebangkitan developer Asia dalam ranah AAA. Dengan visual memukau, cerita yang puitis, dan combat yang menantang, game ini memicu diskusi panjang tentang identitasnya, posisinya di genre Souls-like, serta maknanya bagi industri game global di tahun 2024.

Black Myth: Wukong dan Kesan Pertama yang Kuat

Sejak rilis, Black Myth: Wukong dipuji sebagai adaptasi Wukong paling serius dan menghormati sumber aslinya. Tidak sekadar mengandalkan nama besar, game ini menawarkan dunia yang gelap, atmosferik, dan penuh simbolisme.

Cerita disampaikan dengan pendekatan yang tidak biasa. Narasi terasa emosional, kadang ambigu, dan dibalut gaya penceritaan puitis yang mengejutkan banyak pemain. Menariknya, pemain tidak mengendalikan Sun Wukong asli, melainkan murid atau reinkarnasi dalam semacam siklus waktu, sebuah keputusan kreatif yang membatasi ekspektasi namun membuka ruang interpretasi lore yang lebih luas.

Walau masih terdapat plot hole dan konten yang terasa belum lengkap, Black Myth: Wukong tetap dianggap sebagai pengalaman yang solid dan berkesan.

Combat Menantang, Tapi Tidak Sepenuhnya Souls-like

Salah satu perdebatan terbesar seputar Black Myth: Wukong adalah soal identitas genrenya. Banyak yang mengira game ini akan menjadi Souls-like murni, namun kenyataannya lebih kompleks.

Combat-nya memang menantang, dengan boss fight yang agresif, multi-phase, dan menuntut observasi pola serangan. Namun, tingkat hukuman terhadap pemain lebih ringan dibanding Souls tradisional. Level design juga tidak sepenuhnya mengadopsi filosofi Souls, seperti shortcut ikonik atau struktur dunia yang saling terhubung rapat.

Hasilnya, Black Myth: Wukong sering disebut sebagai Souls-like “entry level”, cukup menantang untuk memuaskan, namun cukup ramah untuk audiens yang lebih luas. Posisi ini membuatnya tidak mencapai puncak genre Souls, tetapi justru membuka pintu bagi pemain baru.

Remaster, Remake, dan Wajah Industri Game 2024

Diskusi seputar Black Myth: Wukong tidak bisa dilepaskan dari tren besar industri di 2024. Tahun ini dipenuhi remaster dan remake, dari Dead Rising hingga Silent Hill 2 Remake. Tren ini dipandang sebagai pedang bermata dua.

Di satu sisi, remaster memperkenalkan game klasik ke generasi baru dengan visual modern. Di sisi lain, hal ini menegaskan kekhawatiran bahwa industri mulai kekurangan IP baru dan terlalu mengandalkan nostalgia.

Remake seperti Final Fantasy 7 Rebirth dan Silent Hill 2 dianggap lebih bernilai karena menawarkan pembaruan signifikan, bukan sekadar poles visual. Di tengah kondisi ini, Black Myth: Wukong justru terasa segar karena merupakan IP baru dengan identitas kuat.

Kebangkitan Developer Asia

2024 juga menandai pergeseran kekuatan industri game global. Developer Asia, khususnya dari China dan Korea, mulai menantang dominasi Barat dan Jepang.

Game seperti Black Myth: Wukong dan Stellar Blade menunjukkan bahwa studio Asia mampu memproduksi AAA berkualitas tinggi dengan identitas budaya yang kuat. Sementara itu, developer Jepang dinilai mulai stagnan dalam inovasi, dan Western AAA dianggap menurun kualitasnya, dengan justru indie Barat yang semakin bersinar.

Perubahan ini menandai era baru di mana peta kekuatan industri game menjadi lebih seimbang dan beragam.

Industri Game Indonesia yang Semakin Percaya Diri

Di tingkat lokal, industri game Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang 2024. Lebih banyak developer lokal muncul ke permukaan, event seperti IGDX dan G2G semakin matang, dan game lokal tidak lagi menjadi sekadar pelengkap.

Meski tantangan seperti keberlanjutan pasar dan risiko “musim dingin” industri masih ada, kesadaran komunitas dan dukungan ekosistem meningkat signifikan. Optimisme terhadap masa depan game Indonesia terasa lebih nyata dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Game of the Year dan Tahun yang Kompetitif

Menariknya, 2024 tidak memiliki satu judul yang mutlak mendominasi perbincangan GOTY. Sebaliknya, banyak game kuat hadir dengan keunggulan masing-masing.

Black Myth: Wukong unggul di combat dan atmosfer, Final Fantasy 7 Rebirth dipuji karena eksekusi dan skala, Silent Hill 2 Remake kuat secara naratif, sementara Astro Bot mengejutkan dengan kualitas platforming yang luar biasa.

Persaingan ini mencerminkan lanskap industri yang sehat, di mana kualitas hadir dalam berbagai genre, bukan hanya satu blockbuster raksasa.

Conclusion

Black Myth: Wukong bukan hanya sebuah game, tetapi simbol. Ia menandai kebangkitan developer China di ranah AAA, memperlihatkan bahwa adaptasi budaya lokal bisa bersaing secara global tanpa kehilangan identitas.

Meski tidak sempurna dan tidak sepenuhnya Souls-like, Black Myth: Wukong menawarkan pengalaman action RPG yang kuat, emosional, dan berkesan. Bersamaan dengan tren remaster, kebangkitan developer Asia, dan tumbuhnya industri lokal seperti Indonesia, 2024 menjadi tahun transisi penting bagi industri game.

Ini adalah tahun di mana ekspektasi diuji, realita dibicarakan, dan arah masa depan industri mulai terlihat lebih beragam dari sebelumnya.

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.