Brand Logo
Icon

Search all

Brand Logo
Icon

Search all

Brand Logo
Icon

Elden Ring Review

Elden Ring adalah bukti bahwa game open world tidak harus dipenuhi marker dan checklist untuk terasa hidup.

5 min read

5 min read

Blog Image
Blog Image
Blog Image

Introduction

Elden Ring adalah bukti bahwa game open world tidak harus dipenuhi marker dan checklist untuk terasa hidup. FromSoftware mengambil fondasi Dark Souls lalu melepaskannya ke dunia terbuka yang luas, misterius, dan kejam, tanpa mengorbankan identitas mereka.

Sejak rilis, Elden Ring bukan hanya sukses secara komersial, tapi juga mengubah ekspektasi pemain terhadap desain open world modern.

Open World yang Penuh Rasa Penasaran

The Lands Between bukan open world yang memandu, tapi yang menggoda. Tidak ada peta penuh ikon, tidak ada arahan eksplisit. Pemain didorong untuk melihat landmark, mendengar bisikan NPC, dan mengikuti rasa ingin tahu sendiri.

Setiap area terasa memiliki cerita, bahkan tanpa dialog. Reruntuhan, kastil, dan dungeon kecil tersebar dengan desain yang selalu memberi kejutan. Dunia ini terasa berbahaya, indah, dan misterius dalam satu paket. Ini adalah open world yang memberi kepercayaan penuh pada pemain.

Gameplay Souls yang Lebih Bebas

Combat Elden Ring tetap brutal, tapi jauh lebih fleksibel. Dengan banyaknya build, Ashes of War, Spirit Ashes, dan pendekatan stealth atau agresif, pemain diberi kebebasan menentukan gaya main sendiri.

Mount Torrent mengubah ritme eksplorasi dan pertarungan, terutama melawan boss di area terbuka. Ini membuat Souls formula terasa segar tanpa kehilangan ketegangan khasnya. Elden Ring bukan menjadi lebih mudah, tapi menjadi lebih adil dan terbuka.

Desain Boss yang Spektakuler dan Tidak Selalu Sempurna

Elden Ring memiliki jumlah boss yang luar biasa banyak. Dari boss utama yang epik hingga mini boss opsional yang kadang brutal, kualitasnya bervariasi.

Boss besar seperti Margit, Radahn, dan Malenia menjadi ikon modern Souls. Namun, ada juga boss reuse dan encounter yang terasa filler. Meski begitu, skala dan variasinya tetap mengesankan. Ketidaksempurnaan ini justru menegaskan ambisi game ini.

Narasi Fragmentaris yang Ikonik

Cerita Elden Ring tidak disajikan secara langsung. Lore tersebar lewat item description, lingkungan, dan dialog singkat NPC. Dunia ini terasa seperti puing peradaban besar yang runtuh, dan pemain hanya melihat sisa sisanya.

Kolaborasi dengan George R R Martin memberi fondasi mitologi yang kuat, sementara FromSoftware tetap memegang kendali cara bercerita mereka yang ambigu dan interpretatif. Ini bukan cerita yang dicerna instan, tapi yang terus dipikirkan lama setelah game selesai.

Teknis dan Performa

Di awal rilis, Elden Ring sempat mengalami masalah performa, terutama di PC. Namun setelah berbagai patch, stabilitas dan optimisasi meningkat signifikan.

Saat ini, pengalaman bermain jauh lebih solid, dengan frame rate yang lebih konsisten dan bug yang jauh berkurang.

Conclusion

Elden Ring adalah evolusi alami dari Souls formula yang dilakukan dengan berani dan cerdas. Dunia terbuka yang misterius, kebebasan build, dan desain artistik yang kuat menjadikannya salah satu game paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir.

Bukan game yang sempurna, tapi game yang berani mempercayai pemainnya.

Blog Image
Previous blog
Blog Image
Previous blog
Blog Image
Previous blog
Blog Image
Next blog
Blog Image
Next blog
Blog Image
Next blog

Explore Topics

Icon

0%

Explore Topics

Icon

0%

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.