Brand Logo
Icon

Search all

Brand Logo
Icon

Search all

Brand Logo
Icon

Komentar Treyarch tentang Konspirasi Black Ops 7

Season 1 Call of Duty: Black Ops 7 baru dimulai, tapi satu kejutan langsung bikin komunitas heboh.

7 min read

7 min read

Blog Image
Blog Image
Blog Image

Introduction

Call of Duty: Black Ops 7 memang dibuka dengan angka yang mengesankan, tapi seiring berjalannya waktu, sorotan mulai bergeser ke sisi yang lebih kontroversial. Setelah kritik keras terhadap mode cerita dan performa penjualan yang disebut lebih rendah dari pendahulunya, kini sistem skill-based matchmaking (SBMM) menjadi sumber keluhan terbesar komunitas.

Di tengah ramainya spekulasi pemain, muncul rumor bahwa Treyarch diam-diam mengubah sistem matchmaking demi menyambut lonjakan pemain musim liburan. Isu ini akhirnya memancing respons langsung dari pihak pengembang.

Treyarch Tegaskan SBMM Tidak Diubah

Kontroversi bermula dari keluhan seorang pemain yang menduga antrean multiplayer Black Ops 7 telah disesuaikan untuk periode liburan. Dugaan tersebut langsung dibantah oleh Matt Scronce, design director Call of Duty di Treyarch.

Scronce dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada perubahan apa pun pada sistem skill-based matchmaking. Pernyataan ini sekaligus mematahkan asumsi bahwa Treyarch memanipulasi matchmaking untuk mengakomodasi pemain kasual musiman.

Secara sistem, SBMM tetap bekerja seperti biasa dengan memperhitungkan berbagai faktor, mulai dari rasio kill/death, kontribusi objektif, hingga performa keseluruhan pemain, demi menciptakan pertandingan dengan tingkat kemampuan yang relatif seimbang.

SBMM Kembali Jadi Sumber Frustrasi Pemain

Bagi sebagian besar komunitas, klarifikasi tersebut justru mempertegas masalah lama. SBMM memang sudah lama jadi topik sensitif di Call of Duty. Banyak pemain merasa sistem ini membuat pertandingan kasual terasa terlalu kompetitif, seolah setiap match harus dimainkan seperti turnamen.

Treyarch sempat mencoba meredam keluhan dengan menghadirkan open matchmaking di Warzone pada awal Desember. Namun eksperimen ini tidak berjalan sesuai harapan. Tak lama setelah dirilis, banyak pemain kembali ke antrean standar karena open matchmaking dinilai terasa berbeda dari versi beta dan kurang konsisten.

Peluncuran Black Ops 7 yang Tidak Mulus

Masalah matchmaking hanyalah satu bagian dari peluncuran Black Ops 7 yang terbilang berat. Meski masuk jajaran game terlaris 2025 dalam waktu singkat, laporan menyebutkan bahwa penjualan minggu pertama Black Ops 7 turun hingga 50% dibandingkan Black Ops 6.

Mode cerita dan single-player juga menerima respons negatif, bahkan sempat menjadi sasaran review bombing. Di saat yang sama, Call of Duty harus menghadapi tekanan besar dari pesaing utamanya.

Battlefield 6 Jadi Bayang-bayang Besar

Di tengah polemik Black Ops 7, Battlefield 6 justru melesat dengan peluncuran paling sukses sepanjang sejarah franchise tersebut. Gim besutan EA dan DICE itu mencatat lebih dari 700 ribu pemain bersamaan di Steam dan terjual lebih dari 7 juta kopi hanya dalam beberapa hari.

Kesuksesan Battlefield 6 menempatkan Call of Duty pada posisi yang tidak biasa—sebagai franchise raksasa yang justru terlihat tertinggal secara momentum.

Harapan di Konten 2026

Meski start-nya goyah, Treyarch masih menyiapkan sejumlah kartu penting. Mode Ranked dijadwalkan hadir bersama Season 2 pada awal Februari 2026, sementara update Season 1 Reloaded akan membawa kolaborasi dengan Fallout, termasuk item kosmetik yang dirilis pada Januari.

Konten-konten ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan pemain dan memperbaiki citra Black Ops 7 dalam jangka panjang.

Conclusion

Kontroversi skill-based matchmaking menambah daftar tantangan yang harus dihadapi Call of Duty: Black Ops 7 di masa awal perilisannya. Meski Treyarch telah menegaskan bahwa sistem SBMM tidak diubah, keresahan pemain menunjukkan bahwa masalahnya bukan sekadar rumor, melainkan persepsi pengalaman bermain itu sendiri. Dengan Ranked mode dan konten baru di depan mata, 2026 akan menjadi fase krusial bagi Black Ops 7.

Blog Image
Next blog
Blog Image
Next blog
Blog Image
Next blog

Explore Topics

Icon

0%

Explore Topics

Icon

0%

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.